Dirilis

12 April 2018

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Penghasilan yang tinggi tidak menjamin kondisi keuangan dalam keadaan baik. Anda juga perlu mempertimbangkan besar pengeluaran, hutang, dan lainnya.

Kondisi keuangan bisa jadi sesuatu yang krusial dalam pertumbuhan usaha. Mengelola keuangan usaha tidak sama dengan keuangan rumah tangga. Dalam menjalankan usaha tidak hanya fokus terhadap mengatur pengeluaran secara tepat, tapi Anda juga harus memikirkan bagaimana agar pemasukan tetap stabil atau bertambah.

Lantas, apakah kondisi keuangan usaha Anda stabil? Berikut 6 tanda yang bisa Anda perhatikan:

1. Tingkat Pengeluaran Tidak Melebihi Pemasukan
Seiring dengan pertumbuhan usaha, permintaan produk atau jasa akan semakin banyak pula. Merupakan hal yang wajar jika pengeluaran biaya produksi juga akan semakin meningkat. Namun perlu diingat bahwa pengeluaran yang bertambah harus diimbangi dengan meningkatnya pemasukan. Jika pemasukan tidak meningkat maka akan menyebabkan keuangan kurang stabil.

Jumlah pengeluaran yang Anda lakukan sebaiknya tidak melebihi pemasukan. Jadi semisal pemasukan naik sebesar 5%, maka pengeluaran tidak boleh melebihi 5% untuk menjaga agar kondisi keuangan yang stabil.

2. Jumlah Penghasilan yang Stabil
Jika suatu saat Anda mengalami penurunan penghasilan, anggaplah itu hal yang wajar. Hal yang tidak wajar adalah ketika penurunan terjadi secara terus-menerus. Ketika hal itu terjadi segera cari tahu penyebabnya agar Anda bisa mengembalikan ke nilai semula.

Mungkin saja karena persaingan usaha. Tapi dalam menjalankan usaha tentu saja persaingan tidak dapat dihindarkan, sehingga ada kalanya Anda harus berusaha lebih keras agar pendapatan kembali stabil.

3. Lingkungan Operasional Efisien
Lingkungan operasional yang efisien bisa membuat usaha Anda lebih produktif, nantinya hal ini akan berdampak pada tingkat penjualan usaha Anda. Bagaimana cara membuat lingkungan operasional yang efisien? Anda bisa memulainya dengan membuat suasana kerja yang nyaman untuk para karyawan. Karyawan yang merasa nyaman akan lebih giat bekerja dengan senang hati, sehingga akan mendorong mereka untuk lebih produktif.

Lingkungan operasional tak hanya terbatas pada internal, tapi juga eksternal perusahaan. Seperti tren pasar serta demografi konsumen yang sifatnya dinamis. Ketika usaha Anda mampu memenuhi permintaan pasar, bisa dibilang saat itu usaha Anda sedang dalam kondisi keuangan yang baik.

4. Pertumbuhan Positif Saldo Uang Tunai
Dalam menjalankan usaha tentunya tak semua pemasukan dan pengeluaran berupa uang tunai. Tapi perlu juga dipahami, bahwa keberadaan uang tunai ini juga sangat penting bagi perusahaan. Uang tunai ini Anda perlukan sewaktu-waktu, misalnya untuk menutup biaya produksi yang kurang atau hal-hal kecil lainnya yang menuntut untuk segera dipenuhi. Tentunya akan memakan waktu jika Anda harus pergi ke ATM untuk mengambil sejumlah kecil uang tunai, bukan?

Memiliki saldo uang tunai dapat membuat Anda mengelola usaha dengan lebih nyaman dan tenang.  Mungkin Anda berpikir bahwa akan jauh lebih baik menginvestasikan penghasilan untuk bekal di masa depan. Investasi memang perlu, tapi sebaiknya sisakan uang tunai sebagai dana darurat jangka pendek agar dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu. Jika seluruh penghasilan Anda diinvestasikan, apa jadinya jika perusahaan mengalami masalah keuangan sedangkan investasi Anda baru akan cair beberapa tahun kemudian?

Adanya saldo uang tunai yang kian bertambah menunjukkan bahwa keuangan usaha Anda dalam kondisi baik.

5. Rasio Profitabilitas yang Sehat
Siapa yang tak senang melihat usaha yang dikelolanya berkembang sangat cepat dan menghasilkan keuntungan yang besar? Ini adalah idaman setiap pelaku usaha. Tapi keuntungan yang besar belum bisa menjamin usaha Anda berada dalam kondisi keuangan yang stabil. Ada banyak faktor yang juga perlu Anda pertimbangkan dan hitung dengan saksama.

Rasio profitabilitas (keuntungan) dihitung dengan cara membandingkan pendapatan terhadap penjualan, selama setahun. Rasio ini harus dijaga supaya nilainya besar. Usaha Anda berada dalam kondisi untung, jika rasio keuntungan tinggi.

Yang harus diperhatikan adalah, bisa jadi angka hasil penjualan meningkat, belum tentu memberikan keuntungan. Hal ini disebabkan penjualan yang diperoleh, harus dipotong dahulu dengan biaya-biaya usaha seperti listrik, tenaga kerja dan sebagainya. Bisa jadi,  ternyata setelah dipotong biaya-biaya, kelebihannya sedikit, tidak ada kelebihan, atau malah saldo minus (rugi).

6. Rasio Hutang Cenderung Rendah
Memiliki hutang dalam menjalankan usaha merupakan hal yang wajar. Hutang bisa berupa modal usaha yang Anda pinjam ke bank atau utang kepada supplier.

Sekali lagi, penghasilan yang tinggi tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur kestabilan usaha Anda. Percuma saja jika penghasilan banyak tetapi hutang di sana-sini. Terlebih lagi jika keuntungan yang dijumlah belum mampu menutup hutang yang ada. Maka Anda perlu menghitung dengan lebih rinci jumlah pemasukan dikurangi biaya pengeluaran serta biaya modal yang belum dilunasi. Semakin rendah rasio hutang, menunjukkan bahwa usaha Anda berada pada kondisi stabil.

Jadi bagaimana, yakin kondisi kondisi keuangan usaha Anda dalam keadaan baik?

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach