Dirilis

16 April 2018

Penulis

Sutie Rahyono

Sebagian orang menganggap hutang sebagai hal buruk, bahkan harus dihindari karena khawatir akan menyebabkan kesulitan di kemudian hari. Benarkah demikian? Bagaimana dengan utang yang digunakan untuk modal usaha?

Anggapan “hutang itu buruk” bisa benar, bisa juga salah. Benar bila Anda berhutang terlalu banyak untuk keperluan konsumtif. Tetapi apabila untuk hal yang produktif seperti bisnis atau usaha, maka anggapan tersebut menjadi salah. Kenapa?

Salah satu faktor penting dalam menjalankan usaha adalah modal usaha. Dan salah satu cara untuk memperoleh modal usaha adalah dengan mengajukan pinjaman modal ke bank. Dengan pengelolaan yang baik dan tepat, hutang bisa Anda manfaatkan untuk pengembangan dan kemajuan usaha Anda.

Sebelum Mendapatkan Pinjaman
Nah, agar hutang pinjaman modal usaha bisa dikelola dengan baik, sebaiknya Anda melakukan hal-hal berikut sebelum mengajukannya ke bank:

1. Rencanakan Penggunaan Pinjaman Modal.
Pikirkan dan rincikan terlebih dulu untuk apa nantinya pinjaman modal tersebut akan digunakan. Misalnya, untuk membeli barang-barang operasional usaha atau untuk renovasi tempat usaha. Hal ini menjadi dasar menentukan seberapa besar nominal pinjaman yang akan diajukan, selain itu dapat menghindarkan Anda dari pengeluaran yang tidak menguntungkan.

2. Ukur Kemampuan Membayar Angsuran
Dengan usaha di jalankan saat ini, Anda bisa mengukur berapa besar angsuran yang sanggup dibayar setiap bulan. Ingat, hutang adalah kewajiban. Dengan mengukur kemampuan membayar angsuran, Anda akan terhindar dari kesulitan keuangan.

Setelah Mendapat Pinjaman
Setelah pengajuan pinjaman modal disetujui, bagaimana agar pinjaman tersebut bisa dikelola dengan baik?
  1. Gunakan pinjaman modal sesuai dengan rencana penggunaannya, yaitu untuk kepentingan usaha.
  2. Pisahkan uang usaha dan uang pribadi untuk memudahkan Anda mengatur keuangan.
  3. Sediakan dana khusus untuk membayar angsuran bulanan agar tidak tercampur, sehingga angsuran bisa dibayarkan tepat waktu.
  4. Sisihkan keuntungan untuk keperluan usaha, misalnya untuk menabung, memperbaiki peralatan usaha yang rusak, menambah jenis barang dagangan, membayar pinjaman dan sebagainya.
  5. Catat semua transaksi pemasukan dan pengeluaran.
  6. Jangan gunakan pinjaman modal usaha dari bank untuk memulai usaha baru yang belum pasti potensinya.
  7. Jagalah diri Anda dari godaan menggunakan pinjaman modal untuk kepentingan pribadi yang konsumtif. Sama pentingnya untuk menjaga komitmen untuk menjaga kepercayaan pihak bank dengan membayar angsuran tepat waktu, agar terhindar dari denda dan tetap menjaga nama baik Anda.

Gunakanlah pinjaman modal dari bank secara cerdas, demi kemajuan usaha Anda!

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Sutie Rahyono

Praktisi & Pendamping Usaha Kecil