Dirilis

27 Maret 2018

Teknologi tak akan pernah berhenti untuk berevolusi. Belasan tahun lalu, ide untuk menggunakan layanan transportasi melalui aplikasi terdengar begitu asing. Namun sekarang ini ojek dan taksi online telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia.

Contoh lainnya adalah smartphone, berbagai macam fitur yang disuguhkan oleh smartphone tak hanya memudahkan Anda untuk berkomunikasi, tapi juga untuk melakukan fungsi lain seperti fotografi, mendengarkan musik, hingga mengakses informasi dari internet.

Perkembangan teknologi tersebut memberikan dampak ke berbagai bidang, termasuk ke bisnis. Layanan transportasi berbasis aplikasi tadi misalnya, sebenarnya telah menciptakan bisnis tersendiri sekaligus lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Sedangkan layanannya sendiri sangat mendukung mobilitas pebisnis dalam beraktivitas sehari-hari.

Mengingat inovasi teknologi yang tak akan pernah berhenti berkembang, maka mau tak mau para pelaku bisnis harus terus beradaptasi agar bisnisnya tetap relevan. Termasuk Anda. Nah, kira-kira teknologi masa depan yang seperti apa yah yang dapat berguna bagi bisnis Anda? Berikut adalah beberapa di antaranya.

Cashless Payments
Teknologi cashless payments sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Namun beberapa waktu belakangan ini memang cukup ramai dibicarakan sejak munculnya Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan oleh Bank Indonesia dengan dukungan Presiden Jokowi. Salah satu penerapannya adalah pembayaran di gerbang tol yang hanya bisa dilakukan secara non tunai.

Cashless payments diprediksi akan terus berkembang sebagai teknologi masa depan untuk bisnis Anda. Contohnya adalah teknologi pembayaran langsung dari smartphone seperti Jenius, atau dari feature phone seperti BTPN Wow!. Melalui perangkat mobile, pelanggan bisa melakukan transaksi secara cepat dan aman.

Apabila berhasil diterapkan secara baik dan menyeluruh di Indonesia, teknologi cashless payments dapat sejalan dengan program Go Digital Vision 2010 yang menargetkan Indonesia untuk menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai bisnis online mencapai $130 miliar dan pertumbuhan tahunan sebesar 50%. Terlebih pergerakan dunia bisnis mulai mengarah pada ranah online.

Blockchain
Istilah blockchain ramai diperbincangkan dua tahun terakhir ini, ketika popularitas bitcoin sebagai mata uang digital mulai meningkat.

Blockchain dapat didefinisikan sebagai sebuah buku besar transaksi (ledger) digital berbasis cloud yang dapat mencatat berbagai data transaksi secara real-time. Setelah data transaksi tercatat, blockchain akan membuka data tersebut ke beberapa jaringan komputer sekaligus. Hal ini memungkinkan seluruh pihak terkait untuk mengakses dan menganalisis data tersebut bersama-sama.

Lalu apa kaitannya dengan bitcoin? Apabila diibaratkan sebagai teknologi smartphone, maka blockchain adalah sistem operasi seperti Android yang memungkinkan seluruh sistem berjalan. Sedangkan bitcoin adalah salah satu produk yang berjalan di atas blockchain.

Apabila dilihat dari penjelasan singkat tersebut, blockchain terkesan didesain untuk bidang perbankan, padahal sebetulnya tidak juga. Ya, blockchain memang dapat mempermudah bidang perbankan dalam menganalisis latar belakang nasabah yang mengajukan kredit dan mengurangi biaya transaksi keuangan. Namun lebih dari itu, blockchain juga bisa dimanfaatkan untuk bidang bisnis secara keseluruhan.

Hal ini bahkan sudah mulai diterapkan oleh sebuah perusahaan pengiriman internasional. Bekerja sama dengan sebuah perusahaan teknologi komputer, mereka mendigitalisasi rantai pasokan menggunakan blockchain. Setiap transaksi dikonfirmasi dan dicatat dalam sistem buku besar digital yang terdistribusi. Alhasil perusahaan pengiriman tersebut dapat mengirim kargo dengan mengurangi biaya dokumen, dalam jumlah yang cukup signifikan.

Augmented Reality
Augmented reality (AR) mengacu kepada teknologi yang menggabungkan benda maya dua atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut secara realitas dengan sifat yang real-time.

Walau adopsi AR cenderung lebih besar pada segmen consumer, ia tetap menjadi salah satu teknologi masa depan untuk bisnis Anda nanti. Cukup banyak hal yang bisa dilakukan pebisnis dengan memanfaatkan AR. Karena menampilkan konten dalam tiga dimensi, AR mampu memberikan informasi secara lebih detail. Konsumen pun dapat mengetahui informasi produk secara lebih jelas dan cepat tanpa perlu bertanya kepada orang lain.

Di sisi lain AR juga bisa membantu perusahaan meningkatkan kualitas kegiatan operasionalnya—seperti yang dilakukan oleh salah satu perusahaan logistik internasional. Mereka menggunakan perangkat head mounted displays (HMDs) untuk menggantikan pemakaian scanner genggam dan kertas sehingga lebih efisien.

Artificial Intelligence
Secara sederhana, artificial intelligence (AI) bisa dikatakan sebagai mesin kecerdasan buatan yang dirancang agar dapat berpikir seperti manusia. Tujuannya tentu saja untuk membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan yang biasa dilakukan manusia. Namun AI didesain untuk dapat melakukan pekerjaan dalam jumlah atau skala besar di mana kapasitas manusia terbatas untuk melakukannya.

Dalam dunia bisnis, AI dapat mempermudah proses kerja sehari-hari. Salah satu contohnya adalah AI yang berfungsi sebagai pembuat laporan. Katakanlah Anda bekerja di sebuah perusahaan agensi yang sehari-harinya dituntut membuat konten dan campaign untuk klien. Mengingat kebutuhan klien yang berbeda-beda, Anda pun harus membuat laporan dengan metrik yang berbeda-beda pula untuk mengukur keberhasilan.

Sebenarnya Anda bisa saja menggunakan tenaga manusia dengan bantuan perangkat yang ada sekarang. Namun seiring berjalannya waktu, kemungkinan besar bisnis akan berkembang. Pada suatu titik, Anda dan tim akan merasa kewalahan jika harus terus mengandalkan tenaga sendiri. AI dapat membantu Anda untuk membuat beragam laporan yang terstruktur dan disesuaikan dengan metrik masing-masing. Data yang dihasilkan juga akurat karena kemungkinan error-nya sangat minim.

Project Loon
Google memiliki mimpi agar pengguna internet di seluruh dunia dapat menikmati jaringan wireless secara mudah. Di era digital seperti sekarang, memang rasanya hampir semua orang mengakses internet. Namun Google sadar bahwa masih ada orang-orang yang kurang beruntung sehingga tidak bisa mengakses internet dengan nyaman, terutama di bagian negara ketiga.

Maka dari itu Google memulai sebuah proyek bernama Project Loon untuk membangun balon udara wireless raksasa yang bisa terbang hingga lapisan udara stratosphere. Balon udara ini akan terbang berkeliling dunia dan memberikan sinyal wireless kepada orang-orang yang “dilewatinya”. Sebagai pendukungnya, kabarnya Google juga tengah mengembangkan teknologi agar balon raksasa tersebut bisa mengudara tanpa menggunakan bahan bakar.

Bayangkan jika Project Loon benar-benar sukses diluncurkan. Internet tak lagi menjadi masalah, terutama bagi bisnis-bisnis di bidang teknologi yang kebanyakan sangat bergantung pada internet. Kegiatan operasional bisnis Anda dapat berjalan lancar secara maksimal. Performa bisnis meningkat dan target pun bisa dicapai sesuai rencana.

Itulah beberapa inovasi teknologi masa depan yang akan berguna untuk kemajuan bisnis. Pilihlah teknologi yang sesuai dengan jenis usaha Anda. Kira-kira teknologi mana yang bisa Anda adopsi untuk bisnis Anda?

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Berikan Komentar

Koekoeh Gesang Setyonugroho

27 Maret 2018

Artikelnya keren! Saya suka :)

Balas

. 0

Risky Dwi Rahayu

Samaa! :p

0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach