Dirilis

05 April 2018

Penulis

Tim Penulis Daya Tumbuh Usaha

Ada beberapa cara pemasaran yang perlu diperhatikan, agar perusahaan Anda mendatangkan keuntungan secara maksimal dan bisa berkembang lebih cepat.

Perusahaan B2B (Business to Business) merupakan perusahaan yang menjual produk atau jasa kepada pelaku usaha lainnya, bukan konsumen akhir. Bukanlah hal yang aneh jika kemudian perusahaan jenis ini membutuhkan strategi pemasaran yang berbeda dari perusahaan yang menjual produk langsung kepada konsumen akhir.

1. Pertahankan Kualitas Layanan
Dalam hal ini bukan hanya kualitas layanan produk, tetapi mencakup pekerjaan teknis yang dilakukan secara disiplin dan tepat waktu, misalkan pengantaran produk, jumlah yang diberikan, sampai dengan pemberian garansi. Anda juga harus bisa menjaga dan mempertahankan nilai-nilai perusahaan langganan, agar mereka kembali membeli atau menggunakan produk yang ditawarkan. Pastikan Anda memahami betul apa saja yang menjadi kebutuhan konsumen yang sudah jelas-jelas bukan berkedudukan sebagai konsumen akhir.

Selain itu buatlah analisis pemasaran, profil konsumen, tujuan yang ditetapkan, sampai pengembangan berupa kampanye produk usaha. Perlu diketahui bahwa setiap program pemasaran yang dijalankan harus berdasarkan hasil pengukuran dan analisis. Jangan melakukan program tanpa strategi yang disusun atau bahkan hanya berdasarkan penglihatan sekilas terhadap lingkungan usaha. Ketika Anda melakukan cara pemasaran yang tidak tepat, maka kerugian yang Anda alami tidak hanya pada segi biaya, namun juga waktu.

2. Maksimalkan Internet
Anda bisa memulai strategi pemasaran dengan membangun website yang responsif dan mudah diakses oleh konsumen. Gunakan tools untuk melihat masukan dari pelanggan atau pengunjung website, serta tinjau tools terbaru yang akan digunakan untuk mendukung konten pemasaran. Selain itu Anda juga bisa memanfaatkan tools analisis seperti Google Analytics Goals, Funnels, dan lainnya.

Pastikan Anda telah meningkatkan traffic dan visibilitas website pada halaman mesin pencarian, baik secara berbayar ataupun tidak. Jangan remehkan penggunaan kata kunci pada website, pasalnya hal ini memiliki pengaruh yang cukup besar untuk perkembangan usaha. Lakukan secara maksimal dengan menentukan kata kunci pilihan yang dibuat oleh spesialis SEO, menetapkan kata kunci brand Anda untuk Search Engine Results Pages (SERP), menggunakan teknik Public Relations (PR) untuk meningkatkan kualitas backlink, dan tetapkan target secara geografis, serta gunakan lokalisasi meta data untuk pemasaran internasional.

3. Dapatkan Masukan dari Pelanggan
Apabila Anda sebagai pelaku usaha tidak melakukan riset pelanggan atau survei audiens, sama saja seperti menerbangkan pesawat namun dengan memakai penutup mata. Ketika Anda mendapatkan masukan dari pelanggan sesuai target demografis bukanlah pilihan, tapi sebuah kebutuhan. Cara pemasaran perusahaan B2B harus didorong oleh data dan masukan yang baik dari pelanggan.

Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan untuk mendapatkan masukan adalah dengan melakukan survei di aktivitas pemasaran perusahaan. Semakin banyak masukan positif yang didapatkan, semakin baik pula reputasi perusahaan Anda. Sebaliknya apabila masukan negatif yang Anda dapatkan, maka hal tersebut bisa menjadi dasar untuk mengevaluasi kinerja karyawan serta cara pemasaran yang mungkin perlu sedikit perubahan.

Masukan ini juga bisa Anda tampilkan di website perusahaan untuk menjadi sebuah testimoni. Mesksipun terlihat sepele, ternyata banyak pelanggan yang akan memeriksa testimoni perusahaan sebelum memutuskan untuk menggunakan atau membeli produk yang ditawarkan. Jadi, masukan dari pelanggan itu penting.

4. Buat Target dan Teknis Secara Detail
Saat harus berhadapan dengan hal-hal terkait demografis, cara pemasaran perusahaan B2B sering kali dilakukan secara acak. Namun, hal tersebut justru membuat pemasaran Anda tidak efektif. Cobalah untuk mulai mempersempit wilayah jangkauan demografis perusahaan Anda.

Tuliskan target dan teknis tersebut secara detail, misalnya “Surya”, pria berusia 30 tahun dan seorang pecinta alam yang senang mendaki dan menjelajah hutan; atau “Martina”, wanita karir mapan berusia 35 tahun yang berpenghasilan sebesar Rp10juta per bulan. Meskipun terasa aneh menciptakan kepribadian palsu untuk target sasaran, namun secara psikologis Anda dapat masuk ke dalam pola pikir mereka, sehingga dapat membuat keputusan cara pemasaran yang akan diterima oleh mereka.

Dengan demikian, Anda dapat memikirkan profit perusahaan sebagai tujuan akhir, sedangkan cara tadi adalah langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu. Hal itu mungkin tampak sederhana, namun sering kali pelaku pemasaran melupakan pentingnya memahami dengan tepat bagaimana mencapai tujuan mereka. Hal tersebut dapat dimulai dengan mengevaluasi tujuan pemasaran Anda dan membalikkan teknik mereka untuk menemukan cara yang paling efisien untuk mencapainya. Melakukan hal-hal tersebut akan membuat keseluruhan proses pemasaran lebih mudah dipahami oleh tim dan mereka tidak akan meragukan bagaimana Anda akan mencapai tujuan tersebut.
 
5. Manfaatkan Media Sosial
Selain membangun website secara efektif, Anda juga perlu memanfaatkan media sosial dengan baik sebagai salah satu cara pemasaran perusahaan B2B. Sebut saja Instagram. Hingga pertengahan bulan Juli 2017, terhitung lebih dari 45 juta pengguna aktifnya adalah penduduk Indonesia. Anda tentu dapat memanfaatkan peluang ini untuk memperoleh konsumen usaha. Tak hanya itu, tercatat lebih dari 50% engagement dan transaksi berasal dari dorongan media sosial seperti LinkedIn, Facebook, dan Twitter.

Hal yang perlu dilakukan adalah menciptakan konten dengan kualitas terbaik serta memilih platform media sosial mana yang paling efektif dan dekat dengan target pemasaran usaha Anda. Hal ini bisa diketahui melalui Google Analytics untuk melihat mana platform terbaik yang bisa Anda gunakan. Pastikan Anda terlebih dulu melakukan riset terkait jenis konten apa yang menarik bagi konsumen, serta pada jam berapa saja mereka aktif menggunakan media sosial tersebut.

Mulai sekarang jangan ragu lagi yah untuk menerapkan cara pemasaran ini untuk perusahaan B2B Anda. Akan tetapi sebaiknya disesuaikan kembali dengan kondisi perusahaan, serta tujuan yang hendak dicapai. Komunikasikan cara-cara tersebut dengan tim Anda agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah jalan. Semoga berhasil!

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach