Dirilis

11 April 2018

Penulis

Tim Penulis Daya Tumbuh Usaha

Suntikan modal bisa membantu kelancaran usaha. Lalu bagaimana cara meyakinkan investor agar menanamkan modalnya kepada Anda?

Ada beberapa jalan untuk mendapatkan modal usaha. Anda bisa mengajukan pinjaman ke bank atau mendapatkannya dari investor. Mengajukan pinjaman ke bank, cukup dengan melengkapi beberapa persyaratan yang diminta. Sementara jika ingin bekerjasama dengan investor, Anda perlu meyakinkan mereka lewat sebuah sesi presentasi.

Sebetulnya presentasi kepada investor tidak jauh berbeda dengan presentasi lain. Anda kemungkinan punya pengalaman tentang hal ini. Yang penting Anda menyantumkan informasi yang cukup dan tidak hanya menyajikan dalam bentuk tulisan atau gambar.

Sebaiknya Anda juga melakukan beberapa persiapan sebelum presentasi di depan investor. Untuk membantu persiapan Anda, berikut ini beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan.

1. Cari Tahu tentang Perusahaan atau Investor tersebut
Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum presentasi di depan investor adalah melakukan riset tentang profil investor yang akan dihadapi. Sebagai wirausahawan dan calon penerima pendanaan, Anda dan investor harus bisa berhubungan dengan baik. Oleh sebab itu, pastikan Anda mengetahui profil mereka. Cari tahu sebanyak mungkin informasi, misalnya seperti jenis usaha yang biasanya mereka berikan investasi, apakah mereka akan cocok dengan usaha Anda, bagaimana rekam jejaknya, dan sebagainya.

Setelah mendapatkan berbagai informasi tentang calon investor, Anda dan tim bisa mengambil poin-poin penting untuk “dibawa” pada sesi presentasi nanti. Misalnya, dari hasil riset, Anda mengetahui bahwa ternyata calon investor lebih suka jika wirausahawan cenderung membahas tentang strategi untuk mengembangkan usaha. Nah, Anda bisa mempersiapkan presentasi yang menyoroti strategi-strategi tersebut. Tunjukkan bahwa Anda memiliki ide-ide brilian yang dapat membantu menghasilkan keuntungan.

2. Terapkan Metode Bercerita
Coba posisikan diri Anda sebagai pihak investor. Kemungkinan besar Anda akan merasa bosan jika wirausahawan di hadapan Anda memberikan penjelasan secara monoton.

Untuk itu, sebaiknya terapkan metode bercerita. Ceritakan tentang usaha Anda sejak awal didirikan, apa yang memotivasi Anda untuk mendirikannya, berbagai tantangan yang pernah dihadapi dan mengatasinya, hingga prestasi apa saja yang sudah dicapai selama ini. Saat menyampaikan cerita, usahakan untuk melakukannya secara spesifik.

Tujuan presentasi adalah untuk menjelaskan isu sosial kepada calon investor, dari perspektif seorang individu biasa. Namun jelaskan pula bagaimana Anda mengubah isu tersebut menjadi fokus usaha yang dapat memberi dampak positif kepada target audiens.

Teknik bercerita memiliki peluang lebih besar dalam menggugah hati dan pikiran calon investor. Terlebih jika Anda mampu menyelipkan unsur-unsur humor ke dalam cerita tersebut. Calon investor tentu akan lebih menikmati presentasi yang disampaikan. Semakin mereka menikmatinya, semakin bagus pula kesan dan impresi yang tertinggal dalam benak mereka.

3. Singkat, Jelas, dan Logis
Presentasi di depan investor memang bukanlah hal yang mudah. Tekanannya cukup besar karena menyangkut masa depan usaha Anda. Hal inilah yang biasanya membuat para wirausahawan jadi gugup, sehingga berpengaruh pada presentasi mereka. Bahkan ternyata masih cukup banyak wirausahawan atau startup yang cenderung berbelit-belit dalam menyampaikan presentasi. Hal ini bisa meninggalkan kesan kurang baik pada calon investor, membuat mereka akhirnya enggan memberikan dana kepada Anda.

Presentasi harus bisa menjawab pertanyaan “Apa ide startup Anda dan mengapa ide tersebut menggangu kemapanan usaha lain yang sudah ada?” Mengingat waktu presentasi yang biasanya berlangsung tidak terlalu lama, Anda harus mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan singkat, jelas, dan logis.

Untuk membantu Anda menghadapi hal tersebut, isi dari presentasi ada baiknya dengan menujukkan masalah, menunjukkan traksi, mampu menjelaskan bagaimana Anda akan menyelesaikan masalah tersebut, serta mampu menyebutkan jumlah pendanaan yang diinginkan dan berapa besar pendanaan yang telah diperoleh sebelumnya.

4. Antisipasi Pertanyaan, Siapkan Jawaban
Tujuan utama dari presentasi di hadapan investor adalah meyakinkan mereka untuk memberikan pendanaan kepada usaha Anda. Meski begitu, jangan menghabiskan seluruh waktu pitching hanya untuk menyampaikan presentasi. Sisihkan pula waktu khusus untuk para investor menyampaikan pertanyaan. Pada sesi inilah mereka bisa mengenal usaha Anda lebih jauh lagi.

Nah, karena sudah mengetahui bahwa akan ada sesi tanya jawab, maka penting bagi Anda untuk melakukan persiapan sebelum presentasi di depan investor. Coba tulis daftar berisi sebanyak mungkin pertanyaan yang kemungkinan akan diajukan oleh para calon investor. Setelah itu, persiapkan jawaban yang kuat dan cukup persuasif dari setiap pertanyaan tersebut.

Dengan begitu, Anda tidak akan kaget saat mendapat pertanyaan dari para investor. Anda tahu apa yang akan dikatakan sehingga setiap jawaban terdengar meyakinkan. Anda dan tim pun dapat meninggalkan kesan yang kuat dan positif bagi para calon investor.

5. Gunakan Audio dan Video
Metode bercerita memang berpeluang lebih besar dalam menarik perhatian dan menggugah pikiran calon investor. Namun, Anda tetap harus mengimbanginya dengan materi slide presentasi yang menarik. Ingat, slide presentasi ini adalah sebuah alat penunjang. Bagaimana pun Anda tetap harus berbicara di depan calon investor untuk memberi penjelasan.

Maka dari itu, jangan hanya menyalin tulisan dari business plan Anda ke dalam slide presentasi. Pilih saja beberapa poin paling penting, lalu cantumkan dalam slide. Agar lebih menarik, tambahkan pula gambar dan suara yang masih berhubungan dengan materi yang akan disampaikan. Misalnya, Anda bisa mencantumkan foto dokumentasi atau video rekaman tentang produk Anda.

Dengan adanya unsur audio dan video pada presentasi, calon investor bisa lebih mudah memahami materi. Tak hanya itu, sesi presentasi Anda pun tak akan monoton dan membosankan.

Selain kelima kiat di atas, jangan lupa juga untuk terus berlatih presentasi sebelum hari-H. Persiapkan materi yang akan disampaikan sejak jauh-jauh hari, lalu coba presentasikan di depan orang-orang yang Anda percayai, misalnya teman dekat, keluarga, atau rekan kerja. Mintalah saran tentang materi dan penampilan Anda. Dengan begitu, Anda dapat terus memperbaikinya agar nanti bisa benar-benar maksimal saat presentasi di depan investor.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Alviko Ibnugroho

Perencana Keuangan