Dirilis

10 Mei 2024

Penulis

Madyaning Sekar Nuricha Pramesti

Inflasi merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari bagi bisnis. Bisnis perlu bersiap menghadapinya agar tetap mampu bertahan selama inflasi berlangsung. Artikel ini akan mengupas cara bisnis bertahan di tengah gejolak inflasi.

Akhir April 2024, nilai tukar dollar ke rupiah naik menjadi 16.275 per dollar AS dari yang sebelumnya 15.600 per dollar AS. Kenaikan ini tentunya mempengaruhi aktivitas ekonomi nasional secara signifikan. 

Harga-harga impor akan naik seperti harga minyak, yang akan berpengaruh terhadap subsidi BBM. Harga BBM yang melonjak, namun tidak ada subsidi, maka biaya transportasi dan produk yang menggunakan bahan bakar minyak akan melonjak tinggi harganya.

Tentunya, biaya produksi bisa meningkat tajam. Kenaikan harga barang secara umum pun meningkat yang akhirnya menyebabkan inflasi. Inflasi bisa mempengaruhi naiknya biaya produksi dan menurunnya margin bisnis. Sebelum mengetahui cara bertahan di dalam gejolak inflasi, Anda perlu memahami apa itu inflasi dan dampaknya. 

 

Pengertian dan Dampak Inflasi


Inflasi merupakan penurunan nilai uang karena volume dan kecepatan uang yang beredar naik sehingga harga barang dan jasa ikut naik dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga barang hanya pada satu atau dua barang saja maka belum bisa dikatakan inflasi, kecuali bila kenaikan harga tersebut meluas sehingga mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya.

Kenaikan inilah yang bisa menyebabkan biaya produksi meningkat namun margin tidak ada kenaikannya. Akibat mahalnya harga barang, banyak orang yang akan menimbun barang terutama bahan pokok yang akhirnya menyebabkan kelangkaan. Dampaknya, bisnis bisa berhenti beroperasi ketika bahan bakunya langka dan akhirnya bisnis merugi.

 

5 Tips Bertahan Menghadapi Gejolak Inflasi bagi Bisnis

Anda pasti ingin bisnis tetap berlanjut di tengah inflasi bukan? Maka Anda perlu bersiap dan segera menyusun strategi. Berikut tips yang bisa Anda coba terapkan.
.
 

1.    Wajib Hemat, Kurangi Biaya yang Tidak Diperlukan

Berhemat bisa menjadi langkah yang baik untuk bersiap menghadapi inflasi. Anda harus cermat memangkas biaya agar anggaran optimal. Cek semua alur bisnis Anda, pertimbangkan aktivitas mana yang bisa dikurangi intensinya atau dialihkan ke online.

Anda juga perlu memahami pembelian mana yang bisa ditunda atau bahkan diganti dengan alternatif lain yang lebih murah. Penghematan dalam pengeluaran sangat diperlukan untuk perampingan anggaran.

Baca juga: 6 Cara Sederhana Siasati Keuangan Saat Harga Kebutuhan Meningkat

 

2.    Genjot Produktivitas, Tingkatkan Kinerja Karyawan 

Meningkatkan produktivitas dengan mengoptimalkan kinerja karyawan bisa menjadi langkah cerdas untuk Anda lakukan. Namun perlu diperhatikan juga kesejahteraan karyawan selama proses tersebut. Produktivitas yang meningkat akan menaikkan margin bisnis sehingga ada dana yang bisa diputar kembali bahkan saving untuk keadaan darurat.

Untuk bisa meningkatkan produktivitas, Anda perlu memanfaatkan teknologi atau alat bisnis agar operasional menjadi efisien. Pilih teknologi yang mampu membuat produktivitas cepat berkualitas dengan biaya yang terjangkau.

 

3.    Cek Arus Keuangan, Evaluasi Biaya dan Margin

Monitoring cash flow bisnis Anda untuk memastikan arus kas sehat dan ada dana cadangan yang cukup untuk menghadapi inflasi. Anda bisa memulainya dengan mengevaluasi biaya produksi dan margin yang ditentukan. 

Lakukan perhitungan kembali, mana yang bisa Anda berhemat tetapi tidak menurunkan margin. Perhatikan kembali juga margin yang telah Anda targetkan atau tentukan. Jika memang menaikkan harga barang menjadi pilihan, wajib untuk menyusun strategi agar konsumen merasa hal tersebut bisa diterima.

Baca juga: Arus Kas Usaha Anda Berantakan? Segera Lakukan Ini

 

4.    Gunakan Layanan Bank, Pilih yang Bisa Membantu

Ketika berbisnis tidak mungkin semua hal dilakukan sendiri tanpa bantuan pihak lain. Bank menjadi lembaga yang berkaitan erat dengan bisnis. Banyak bank yang menawarkan bantuan dana hingga manajemen pengaturan bisnis. 

Bank bisa membantu Anda mengamankan modal bisnis untuk menghadapi gejolak inflasi. Seperti halnya layanan pinjaman mosal usaha, yang fokus mendukung pengembangan kapasitas para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) beserta komunitasnya. Selain pinjaman modal usaha, Anda juga mendapat pendampingan untuk peningkatan pengetahuan pengelolaan usaha. 

 

5.    Jangan Ragu Berkonsultasi, Manfaatkan Tanya Ahli Daya.id

Terakhir, jangan ragu untuk bertanya dan konsultasi dengan para ahli atau konsultan bisnis untuk kelancaran usaha Anda. Mereka bisa membantu Anda menyelesaikan permasalahan dan menyusun strategi bisnis. 

Anda bisa menggunakan fitur Tanya Ahli di Daya.id secara Gratis. Ajukan pertanyaan dengan menceritakan permasalahan yang Anda hadapi. Selanjutnya Ahli akan menjawab dengan kemampuan dan pengalaman terbaiknya.

Ada baiknya pebisnis selalu bersiap dalam keadaan apapun terutama inflasi yang tidak bisa dikontrol secara internal bisnis. Persiapan yang dilakukan bisa menjadi strategi penyelamatan usaha Anda.

Anda bisa bersiap mulai dari memperhatikan kembali kondisi internal bisnis. Pangkas dan tingkatkan kinerja agar margin optimal. Manfaatkan teknologi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak yang bisa membantu Anda bersiap menghadapi gejolak inflasi. 

Temukan berbagai informasi terkini dan pastinya menarik tentang dunia usaha di Daya.id. Segera daftarkan diri Anda di sini secara gratis dan jika Anda masih menginginkan diskusi lebih lanjut, jangan lupa gunakan fitur Tanya Ahli.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

4.5

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Pendamping UMKM

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS