Lina Kartika, dari Banker Menjadi Desainer Pakaian Muslimah

Dirilis

08 Maret 2024

Penulis

Aliah Abdullah

Pengusaha

Lina Kartika

Jenis Usaha

Pengusaha fashion hijab

Setelah lulus dari manajemen perbankan di salah satu sekolah tinggi ilmu ekonomi (STIE) di Bandung, Lina Kartika mempunyai cita-cita ingin berkarir di perbankan karena bisa menyalurkan ketertarikannya berpenampilan fashionable. Bersyukur setelah lulus, Lina mendapatkan kesempatan berkarir di bidang marketing, yang menuntut berbusana menarik dan fashionable

Baca Juga: Produk Hijab yang Banyak Dicari Online

 

Memutuskan Fokus di Usaha

Sekitar tahun 2010, ketika sedang di puncak karier, Lina mencoba merintis usaha sampingan dengan membuka butik kecil-kecilan di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung. Karena masih bekerja, Lina mempekerjakan seorang karyawan untuk menjaga butiknya, dan baru bisa fokus ke usahanya untuk mencari barang atau memantau butiknya di hari Sabtu dan Minggu. Kesibukan Lina menjalankan usaha ini hanya bertahan selama 1 tahun dikarenakan masih harus fokus terhadap pekerjaannya di perbankan.

Setelah berkarir selama 17 tahun di industri perbankan, dengan cabatan terakhir sebagai Kepala Cabang Pembantu di salah satu bank swasta di Bandung, Lina memutuskan untuk mundur dari profesinya sebagai banker dan fokus ke bisnis fashion hijab sesuai dengan passionnya. Saat itu Lina sudah menjalankan 1 tahun merintis kembali usaha di bidang fashion hijab dan mantap untuk memilih fokus di bisnis sendiri. Dukungan dari ibunda, suami, keluarga serta sahabatnya, meyakinkan Lina bahwa keputusannya untuk hijrah sangat tepat. 

Dengan niat ingin mencari keberkahan, memberikan manfaat untuk banyak orang, serta lebih dekat dengan keluarga, di tahun 2018 dengan modal 10 juta Lina fokus memulai usaha fashion hijab secara otodidak dengan mendirikan brand Hijab.id yang memproduksi printed scarf dengan motif eksklusif. Melalui website hijab.id dan akun Instagram @hijab.id.indonesia, Lina mempromosikan  bahwa brand ini lahir dari keyakinan bahwa fashion itu milik semua orang, termasuk wanita muslimah berhijab. 

Lina Kartika berharap karya dan produknya tetap bisa membuat muslimah berekspresi dan memiliki gaya sesuai dengan karakter dan tren berbusana masa kini. Tak hanya printed scarf atau kerudung motif, Hijab.id pun menyediakan pakaian muslimah daily casual, modern dan kekinian dengan berbagai aksesoris.

Ingin lebih mendalami bidang fashion, Lina belajar fashion design di Islamic Fashion Institute (IFI) di Bandung yang merupakan satu-satunya sekolah fashion muslim di Indonesia. Sambil belajar, Lina melebarkan usahanya dengan menciptakan pakaian ready to wear deluxe yang terkesan elegan dan mewah untuk menjangkau pasar kalangan menengah ke atas berlabel “LINA KARTIKA”. Desain pakaian ini banyak terinspirasi dari gaya busana bangsawan Inggris abad ke-18.

Mengusung tema feminisme romantic style yang bisa digunakan baik di acara semi formal maupun resmi, Lina menuangkan idenya dalam model pakaian yang simpel elegan namun terkesan mewah bagi si pemakai sesuai dengan kondisi kaum wanita sekarang yang dinamis dan aktif, namun selalu ingin tampil stylish, ujar Lina.

Untuk memberi kesan dinamis, Lina membuat produk berupa outer dengan konsep ready to wear, seperti outer kapucong, jaket, blazer dan lain sebagainya dengan menggunakan bahan seperti embroidery organza, tulle, sebagian dipadukan dengan kain tradisional seperti tenun dari berbagai daerah agar bisa mengangkat budaya Indonesia juga para pengrajin di daerah-daerah. Karya dari Lina Kartika, selain di Indonesia sudah dinikmati sampai ke Uzbekistan, Bangkok, dan Malaysia.

Saya ingin mengangkat kain tradisional karya pengrajin-pengrajin di berbagai daerah seperti Bali, Tasikmalaya, Majalaya, dan lainnya ujar Lina lagi. Desain baju Lina menggunakan embellishment berupa payet-payet, hiasan bunga hand made dengan warna-warna lembut yang menimbulkan kesan tenang seperti sage, green sage, nude, dan peach dan tetap bisa mix and match dengan gaya kasual tergantung padu padan pakaian yang dipilih.  

Produk Lina Kartika sendiri menyediakan berbagai rancangan gaya outer terbaik yang ready to wear and deluxe, seperti jaket, blazer, outer kapucong dan yang lainnya. “Saya ingin, muslimah itu tetap aktif, dinamis, elegan dan percaya diri. Maka saya rancang outer dan dress-dress seperti ini,” kata Lina menambahkan.

 

Belajar Sambil Menjalankan Usaha

Lina dibesarkan dalam lingkungan yang membentuk idealisme untuk tekun dan mau belajar serta yakin dengan setiap keputusan yang sudah dipilih. Hal ini membentuk sosok Lina yang memahami passion-nya dan bertanggungjawab atas setiap keputusan yang Lina ambil, serta penuh semangat untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang datang kepadanya. 

Prinsip Lina dalam menjalankan usaha adalah learning by doing, tidak perlu menunggu sampai dengan persiapan usaha yang sempurna. Saat membangun usahanya, Lina mengutamakan menentu target market untuk merumuskan range harga produknya. Kekurangan Lina lengkapi sambil menjalankan usaha, seperti: Lina belajar menjahit untuk mengetahui teknik menjahit, belajar mengenal bahan, belajar fashion, digital marketing, dan lain sebagainya.

Perpaduan passion dan keyakinan yang kuat dalam menjalani usaha membantu Lina dalam menemukan jalan keluar setiap kali menemukan kendala. Lina berkeyakinan bahwa setiap kendala yang Lina temui akan membuka pintu rezeki berikutnya.

Ketika ada kesempatan ikut pameran pertama kali di salah satu mall di wilayah Jakarta Selatan, Lina sambut dengan menjalankannya dengan sungguh-sungguh. Mulai dari bertanya ke pengusaha lain terkait persiapan pameran, pengadaan barang pameran, packing barang persiapan pameran, berangkat jam 3 pagi dari Bandung, persiapan stand pameran, menjaga stand hingga berberes setelah pameran. Kala itu Lina membawa baju dan jilbab dengan motif printed serta organik yang desain dan motifnya merupakan karya Lina sendiri dan banyak diminati para pembeli. Sambutan pasar yang bagus membuka peluang Lina melebarkan usahanya dengan mengikuti pameran lainnya seperti Indonesian Fashion Week, dan lain-lain.

 

Strategi Bertahan di Saat Pandemi

Seperti halnya pengusaha lain, Lina mengakui pandemi adalah masa terberat bagi bisnisnya. Penjualan menurun, hingga kehilangan omzet sampai 70% dari kondisi normal. 

Pandemi tidak membuat Lina berhenti berinovasi di tengah perubahan perilaku konsumen yang tadinya belanja offline beralih ke belanja online, dan cenderung tidak belanja baju. Walaupun pandemi, acara keluarga seperti pernikahan, akikahan atau acara lainnya tetap membutuhkan souvenir. Lina memanfaatkan peluang itu dengan membuat paket souvenir terdiri dari pouch, masker, kerudung dengan motif yang senada dan dilengkapi dengan hand sanitizer. Di setiap paket souvenir, Lina cantumkan informasi terima pesanan souvenir.

Ide inovasi produk yang muncul untuk menyiasati penjualan saat pandemi tersebut justru berlanjut menjadi produk sampingan yang menguntungkan.

 

Rencana ke Depan

Keputusan Lina untuk berhenti dari pekerjaan tetap di perbankan terbukti membuahkan hasil. Saat ini, Lina telah memiliki store di TSM Bandung, Transpark Bintao Mall, dan Bintaro Jaya Xchange Mall2 (BXC Mall), serta mengikuti fashion show di berbagai negara dan event pemerintahan. Walau sudah membuka store, Lina juga tetap menjalankan usahanya via online.

Lina Kartika adalah salah satu perancang busana muslimah yang terus berkreasi dan bertekad agar karya desainer Indonesia menjadikan RI kiblat modest fashion moslem. Ke depannya Lina juga akan melakukan kolaborasi dengan perusahaan kosmetik, dan lain-lain. Membidik target market ibu-ibu mulai usia 27 hingga 45 tahun, Lina ingin memperluas pangsa pasarnya hingga ke berbagai kota besar di Indonesia.

Baca Juga: Cara Sukses Jualan Hijab Laris Manis dan Cepat Balik Modal

Pesan Lina kepada pengusaha pemula, tantangan sesungguhnya adalah tekad untuk segera memulai usaha, tidak perlu berpikir lama untuk memulai dan mintalah restu keluarga ketika akan memulai usaha. Ambil setiap kesempatan yang datang, dan pantang menyerah ketika menemukan kendala. 

Jika Anda butuh saran tambahan, silakan berkonsultasi di Tanya Ahli ya. Daftarkan diri Anda untuk akses gratis di Daya.id.

Penilaian :

4.7

7 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS