Dirilis

06 April 2018

Penulis

Tim Penulis Daya Tumbuh Usaha

Iklan digital bisa jadi tak serumit yang sebagian orang bayangkan. Bahkan bisa memberi keuntungan lebih, jika penggunanya bisa memanfaatkan dengan benar.

Gaya konsumsi media tengah mengalami perubahan. Dari yang semula sangat bergantung kepada media cetak, televisi, dan radio, kini semakin banyak orang yang lebih memilih internet. Laporan Tetra Pak Index 2017 mencatat ada sekitar 132 juta pengguna internet di Indonesia, meningkat jauh dari tahun lalu yang “hanya” mencapai jumlah sekitar 45 juta pengguna.

Berubahnya gaya konsumsi media, mau tak mau para pelaku usaha dituntut memutar otak untuk menjangkau konsumen di media digital. Salah satu cara paling ampuh untuk melakukannya adalah melalui iklan digital.

Pada dasarnya, iklan digital tidak begitu berbeda dari iklan di media konvensional. Keduanya sama-sama bertujuan untuk membujuk konsumen agar membeli suatu produk. Hanya saja mengingat ranah dan platform-nya yang berbeda, tentu iklan digital memiliki karakteristik tersendiri yang tak dimiliki iklan konvensional.


 

Dengan jumlah pengguna internet yang sepertinya akan terus meningkat, iklan digital diprediksi tetap booming pada tahun 2018 ini. Jadi jika Anda berencana memasang iklan digital untuk bisnis, tahun ini adalah saat yang tepat. Namun sebelum itu, Anda harus memperhatikan beberapa hal yang harus diketahui tentang iklan digital.

1. Perlu Memberi Nilai Tambah
Sebelas kota di Indonesia menunjukkan bahwa kini internet telah menjadi media dengan tingkat penetrasi tertinggi ketiga, dengan paparan yang mencapai 44%. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin senang mengakses konten melalui media digital. Mengingat teknologi yang terus berkembang, bukan tidak mungkin akan semakin banyak orang Indonesia yang akan menggunakan internet.

Hal tersebut memberi peluang besar bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan iklan digital. Dengan kondisi tersebut, iklan digital diprediksi masih akan menjadi tren pada tahun 2018 ini. Tingkat pertumbuhan bahkan diprediksi mencapai kurang lebih 60% per tahun. Ditambah dengan meningkatnya penetrasi internet, artinya semakin banyak pula orang yang akan terpapar oleh iklan digital. Maka peluang usaha untuk memperluas jaringan audiens pun semakin besar.

Pada tahun 2018 ini, industri iklan digital terbagi lagi menjadi beberapa tren yang lebih spesifik. Iklan digital yang memberi nilai tambah akan lebih berhasil dalam memahami konsumen. Perusahaan yang telah berhasil melakukan hal ini adalah Facebook dan Google. Mereka menggunakan teknologi big data untuk mempelajari pola perilaku konsumen sehingga mampu memberi iklan yang kontennya memang sesuai dengan preferensi konsumen.

2. Hanya Membayar Jika Iklan Berhasil
Apabila dibandingkan dengan iklan pada media konvensional, iklan digital tentu lebih unggul dalam hal biaya. Memasang iklan di televisi misalnya, bisa membutuhkan biaya hingga puluhan juta rupiah. Tidak demikian dengan iklan digital, yang memungkinkan Anda untuk membayar hanya jika iklan tersebut berhasil mencapai target tertentu.
Konsep tersebut diterapkan oleh Google Adwords, fitur untuk beriklan di platform milik Google. Saat mendaftar di Google Adwords, Anda tidak akan dikenakan biaya sepeser pun. Google baru akan meminta bayaran jika ada orang yang men-klik iklan digital Anda, mengunjungi situs Anda, atau menghubungi Anda. Semakin banyak orang yang melakukan hal tersebut, artinya iklan Anda telah berhasil. Tentunya biaya iklan yang harus Anda bayarkan juga akan meningkat. Artinya, iklan digital memungkinkan Anda untuk membayar sesuai hasil yang didapat.


 

3. Target Market yang Tak Terhingga
Salah satu karakteristik internet adalah tidak adanya batasan ruang dan waktu untuk mengakses konten apa pun. Di mana pun Anda berada, Anda bisa mengakses konten yang dibuat dari orang di negara lain. Begitu pun orang-orang di negara lain, mereka juga bisa mengakses konten Anda. Dengan kata lain, jika memasang iklan di ranah digital, Anda memilki peluang untuk memperluas jaringan konsumen. Kesempatan untuk go international pun semakin besar.

Di sisi lain muncul pula pertanyaan: Dengan jangkauan pasar seluas itu, bukankah nantinya iklan digital jadi kurang fokus?

Nah, di sinilah sistem retargeting bisa membantu Anda memasang iklan digital secara tepat sasaran. Menggunakan teknologi artificial intelligent (AI), sistem satu ini akan melacak dan menganalisis perilaku para pengguna internet yang data-datanya diperoleh dari jejak digital pada pemakaian browser. Data-data ini kemudian dianalisis, sehingga menghasilkan informasi yang memungkinkan brand untuk menargetkan iklan kepada pengguna internet yang memiliki karakteristik tertentu.

Sistem retargeting telah terbukti ampuh dalam mencapai target yang ditentukan oleh pemasang iklan digital. Iklan yang menerapkan sistem retargeting dapat menghasilkan click through rate (CTR) hingga sepuluh kali lebih tinggi dari iklan display biasa. Tak hanya itu, sebanyak 26% pengguna yang menjadi target iklan retargeting akan kembali mengunjungi situs tersebut. Bahkan ada 70% kemungkinan bahwa pengguna akan merampungkan transaksi.

Dengan kata lain, tak hanya memiliki target market yang tidak terhingga, iklan digital juga cukup tepat sasaran.

4. Sangat Mudah Digunakan
Hal lain yang harus diketahui tentang digital adalah bahwa ia sangat mudah digunakan. Sebelumnya Anda tentu harus melakukan riset atau mencari informasi untuk mempelajari mekanisme iklan digital. Namun pada praktiknya, iklan digital tidak begitu sulit untuk diterapkan dan dipantau.

Mengingat karakteristik internet yang bisa dijangkau kapan pun tanpa mengenal batasan waktu, iklan digital pun bisa berjalan selama 24 jam nonstop. Coba bandingkan dengan iklan konvensional pada media televisi. Anda hanya bisa memasang iklan berdurasi maksimal enam puluh detik pada slot-slot waktu tertentu saja. Dengan begini, jangkauan promosi iklan pun bisa lebih luas.

Kemudahan lain juga bisa dirasakan dari penentuan segmentasi yang lebih tertarget. Platform iklan digital seperti Google Ads dan Facebook Ads memungkinkan Anda untuk melakukan pengelompokan target market berdasarkan jenis kelamin, tempat tinggal, pekerjaan, usia, hingga minat mereka terhadap bidang tertentu. Dengan adanya pengelompokan berdasarkan data akurat, iklan digital yang Anda pasang bisa lebih efisien dan relatable.

Selain itu, memasang iklan digital juga memberi Anda kesempatan untuk mengukur keberhasilannya. Hal ini bisa berupa tingkat CTR, jumlah kunjungan ke website, tingkat konversi, hingga jumlah pembelian. Hasil pengukuran ini dapat membantu Anda mengambil langkah ke depan. Jika iklan berhasil, Anda bisa melanjutkannya. Bila tidak, Anda bisa melakukan analisis dan memperbaikinya.

Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan dari iklan digital. Sebaliknya, iklan digital justru akan menjadi salah satu tren marketing yang cukup mendominasi pada tahun 2018 ini. Mengingat era digital yang terus berkembang, sudah saatnya Anda mempertimbangkan untuk memasang iklan digital agar bisa merasakan sendiri dampak positifnya terhadap bisnis. Selamat mencoba!


 
Kunjungi juga: konsultasi digital marketing bersama Rhein Mahatma, digital marketing expert

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach