Dirilis

12 Juli 2022

Penulis

Thomas Aquino Herly Marwanto

Aset likuid adalah aset yang ketika diubah jadi uang tunai tidak mengurangi nilainya secara drastis. Maka itu, penting baik bagi individu maupun perusahaan untuk memiliki aset yang likuid, untuk memperlancar operasional perusahaan. 

Baca Juga: Tips Investasi untuk Masa Depan Bahagia

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu kita perjelas, pengertian likuid di sini merupakan istilah yang dipergunakan di dunia keuangan dan investasi. Jadi bila kita berbicara tentang aset likuid, sama sekali tidak ada hubungannya dengan air sebagai benda ya. Konteks likuid di artikel ini merujuk pada kemudahan sebuah aset dicairkan.

 

Jenis-jenis Aset Likuid

Ada beberapa jenis aset likuid. Meskipun semua aset likuid relatif mudah dikonversi menjadi uang tunai, namun tingkat likuiditas berbeda-beda. Berikut ini penjelasannya.

  1. Uang Tunai. Merupakan aset yang paling likuid. Kita bisa memberikan uang kepada seseorang untuk membayar layanan atau barang yang ia berikan. Ya, uang tunai mudah diakses, cepat diubah menjadi aset lain, tidak mengalami penurunan nilai saat digunakan, dan bisa digunakan kapan saja, misalnya saat keadaan darurat seperti sakit atau terkena PHK. 
  2. Setara Kas.  Seperti saldo rekening giro dan tabungan. Semuanya mudah dikonversi menjadi uang tunai dengan sedikit waktu dan usaha.
  3. Saham Serta Obligasi Jangka Panjang. Jenis aset yang tingkat likuiditasnya paling rendah jika dibandingkan uang tunai maupun setara kas. Termasuk kategori likuid karena ada pasar yang luas untuk sekuritas ini, sehingga kemungkinan menjualnya akan cukup memakan waktu. Kelemahan aset likuid jenis ini, ketika memproses transaksi dan mengubah sekuritas itu menjadi uang tunai, kemungkinan dapat membuat nilainya berkurang, misalnya karena berbagai faktor eksternal seperti perang, krisis ekonomi dan sebagainya.


 

Mengapa Aset Likuid Penting? 

Jika suatu aset tidak likuid, maka akan sulit untuk menjual atau mengubah aset atau sekuritas tersebut menjadi uang tunai dalam waktu cepat. Misalnya ada orang yang memiliki sebuah rumah yang hendak dijual dan dia membutuhan pihak ketiga untuk mencari pembelinya, tentu hal tersebut  akan memakan waktu yang lebih lama dan juga menambah biaya. 
Contoh yang lain, Anda baru saja mendapat tagihan rumah sakit sebesar Rp500 juta. Anda hanya memiliki Rp10 juta dalam rekening giro, memiliki rumah senilai Rp400 juta, dan tidak memiliki aset berharga lainnya. Untuk menutupi tagihan, Anda harus menjual rumah Anda, tapi mungkin akan kesulitan menjualnya sebelum tanggal jatuh tempo tagihan.

Sedangkan dalam konteks perusahaan, sebuah perusahaan harus memiliki aset likuid yang layak, guna menutupi kewajiban jangka pendeknya. Misalnya untuk membayar tagihan, pengupahan, atau menghadapi krisis likuiditas, yang dapat mengakibatkan kebangkrutan. Ini juga yang membuat perusahaan lebih cerdik, untuk cepat menginvestasikan dana yang dimiliki dalam proyek-proyek baru.

 

Aset Likuid untuk Memonitor Keberlangsungan Hidup Usaha

Pertanyaan selanjutnya, adakah cara untuk mengukur kecukupan atau kelayakan aset likuid kita dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan seperti tagihan, gaji, dan biaya operasional lainnya? Ya, tentu ada. 

 

1. Rasio cepat atau quick ratio

Rasio cepat atau quick ratio merupakan salah satu jenis rasio keuangan yang bertujuan melihat kemampuan bisnis perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek, dengan menggunakan aktiva/aset lancar dengan tidak memperhitungkan nilai stok atau persediaan.

Yang unik dari rasio ini dibandingkan rasio likuiditas lain adalah memperhitungkan kas serta item setara kas untuk perhitungan dan interpretasi. Di dalam rasio ini, aspek lain yang tidak bisa dengan cepat diubah dalam dana tunai akan diabaikan. Contohnya adalah persediaan atau stok barang, karena membutuhkan waktu cukup lama agar bisa dijual dan diubah menjadi dana tunai. 

Apabila nilai dari rasio cepat di atas 1.0, artinya aset lancar perusahaan mampu memenuhi segala kewajiban lancarnya. Artinya kondisi keuangan bisnis sehat karena mampu melunasi seluruh tanggungannya jika diperlukan. Sebaliknya, bila nilai rasionya kurang dari 1.0, artinya perusahaan tidak mampu melunasi kewajiban lancarnya menggunakan semua aset lancar yang dimiliki. Dengan kata lain, kondisi keuangannya kurang sehat dan perlu segera mencari solusi untuk menyiasati masalah tersebut.

Rumus quick ratio sangat sederhana. Berikut adalah rumus perhitungannya :

(Aset Lancar–Stok atau Persediaan) : Kewajiban Lancar

Aset lancar antara lain kas, piutang, uang muka. Sementara kewajiban lancar adalah utang, bunga, utang jangka pendek, dan sebagainya. 

 

2. Current ratio atau rasio Lancar

Current ratio atau rasio Lancar merupakan alat atau metode yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar aset lancar yang dimiliki oleh perusahaan mampu membayar atau melunasi seluruh kewajiban lancarnya dalam waktu dekat atau tidak. 

Formula untuk rasio lancar adalah:   Aset Lancar :  Kewajiban Lancar

Posisi likuiditas perusahaan terlihat sehat apabila nilai rasio lancarnya di atas 1. Sebaliknya jika nilai rasio lancar perusahaan di bawah 1, artinya posisi likuiditasnya sedang tidak sehat dan perlu segera dievaluasi agar tak semakin memperburuk kondisi keuangan. 
Dengan memahami rasio-rasio tersebut,  makin jelas bahwa aset likuid adalah aset yang memiliki peran penting di perusahaan, yang harus selalu dipantau dan dijaga.

Lihat Juga:  Cara Mengetahui Kesehatan Usaha

Ingat ya, aset likuid adalah aset yang dapat dengan mudah mengalir, baik itu dari pemilik ke pemilik lain, atau dari tempat ke tempat lain. Ia akan lebih mudah dicairkan dalam uang tunai dibanding aset lain, seperti real estate, barang seni rupa, atau barang langka. Aset ini penting dipantau guna mengetahui seberapa jauh perusahaan mampu membayar kewajiban-kewajibannya, dan melihat tingkat keberlangsungan hidup perusahaan.  

Apabila Anda masih bingung dan membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan bertanya kepada ahlinya di fitur Tanya Ahli. Pastikan Anda juga sudah mendaftar di Daya.id ya.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Sri Mulharyanto

26 January 2023

?

Balas

. 0

Qodri Perdana

20 January 2023

hooooo

Balas

. 0

Wendi Purwanto

28 December 2022

?

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Pendamping UMKM

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS