Dirilis

18 Oktober 2018

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Bisnis Label Fashion sangat mengikuti gaya hidup. Dengan pergerakan mode yang cepat mengikuti trend,  bisnis ini tetap membutuhkan sebuah pengaturan yang jelas, rapi, dan memiliki standar yang tepat. Anda yang ingin banting setir menjadi pebisnis fashion atau ingin melakukan ekspansi bisnis ke industri ini, wajib mengikuti tips-tips berikut :

1. Gaji Diri Anda
Pisahkan rekening bisnis dan rekening pribadi Anda. Wajib hukumnya untuk menentukan gaji untuk diri Anda sendiri, agar Anda tidak menganggu rekening bisnis. Rekening bisnis diperuntukkan keperluan dan kelangsungan bisnis Anda, seperti transfer dari pembeli, pembayaran suplier, membeli barang, membayar pegawai, membayar gaji untuk diri Anda sendiri, membayar jasa endorsement, membeli contoh bahan, membayar iklan di google, dan lain sebagainya.

Gaji untuk diri Anda akan ditransfer dari rekening bisnis Anda. Gaji tersebut dapat digunakan untuk keperluan pribadi dan keluarga. Bahkan, ketika bisnis Anda sedang lesu dan tidak ada sisa yang cukup untuk membayar gaji Anda, maka Anda wajib mencatatkan laporan keuangan, untuk kemudian sisa gaji Anda yang tertunda wajib dibayarkan kembali oleh perusahaan nantinya. Dengan demikian, laporan keuangan bisnis Anda akan lebih jelas dan rapi.

2. Kisaran Profit
Untuk memastikan bahwa Anda memperoleh keuntungan dalam bisnis pakaian, pastikan harga yang ditetapkan lebih besar daripada modalnya. Cobalah untuk memasang target profit margin 30% hingga 50%. Untuk itu, Anda perlu menghitung dan membuat model bisnis yang tepat agar biaya yang dikeluarkan lebih kecil ketimbang hasil yang didapatkan.
Tetap hati-hati dalam mematok profit margin, jangan sampai konsumen menjadi tidak berminat lagi bila produk Anda terlalu mahal.

3. Orang Yang Tepat, Pengeluaran Efisien
Kenali jenis bisnis fashion Anda, sehingga Anda dapat menentukan jumlah pegawai Anda. Misalnya, Anda melakukan aktivitas penjualan online maka pilihlah karyawan multitasking yang bisa menjadi admin website/media sosial sekaligus admin bisnis Anda, terutama dalam pencatatan transfer pembayaran dari pembeli. Kemudian Anda hanya butuh satu orang lagi untuk mengurus pengiriman barang, pencatatan barang keluar masuk, dan pengemasan barang.

4. Cerdas Menggunakan Biaya Marketing
Memasang iklan di media ternama baik cetak, elektronik, maupun digital sebaiknya menjadi opsi terakhir saat bisnis Anda sudah sangat mapan dan memiliki bujet marketing yang besar. Alternatif lainnya adalah mengenalkan brand fashion Anda melalui pemasaran digital. Mulai dari membangun, mengelola, dan mengembangkan website, media sosial, dan aktif di berbagai market place. Anda juga bisa menggunakan pemasaran dari mulut ke mulut dengan memberikan potongan harga atau contoh produk gratis untuk teman Anda yang terkenal sebagai fashionista, yang memiliki selera fashion yang bagus.

5. Saatnya Meminjam Dana
Awalnya, Anda hanya berbisnis fashion dari pameran ke pameran dan melakukan penjualan di media sosial, website, atau market place. Setelah selang lima tahun, koleksi Anda semakin laris dan brand Anda semakin kuat. Maka, tak ada salahnya untuk berpikir melakukan ekspansi bisnis. Mulai dari menebeng ruangan di salah satu butik atau malah membuka butik sendiri. Jika brand fashion Anda ditawari ikut acara fashion week atau pagelaran mode sepanjang minggu di dalam atau luar negeri, hal ini membutuhkan modal yang tak sedikit.

Untuk kondisi seperti ini, mungkin sudah saatnya Anda mencari pinjaman ke bank, agar modal tersebut bisa diputar dan produktif memberikan keuntungan, daripada ketakutan terus menerus terlilit utang.

Utang produktif yang dimaksud adalah uang yang didapatkan dari hasil pinjaman bank yang berguna dan bisa menghasilkan sesuatu yang menguntungkan. Tentu saja, Anda harus merinci perhitungan utang ini setiap bulan dan memasukkannya dalam pengeluaran rutin. Sehingga, Anda bisa memperhitungkan bisnis Anda sudah sanggup atau belum apabila ditambah beban utang bank. Terakhir, cek laporan keuangan bisnis Anda, bank seperti BTPN hanya akan memberi pinjaman bila bisnis Anda sudah berlangsung lebih dari satu tahun dan memiliki laporan keuangan yang jelas.

Jadi, apakah Anda sudah siap memasuki gemerlapnya industri fashion? Sebaiknya, bila Anda memiliki minat yang besar pada bidang ini dan sebenarnya Anda merasa mampu mulai saja bergerak. Sebab, bisa saja, Anda menjadi salah satu dari pelaku industri fashion lokal inspiratif yang membantu ekonomi terus bergerak dengan tampilan yang fashionable.

Sumber:

Ari Handojo

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS