Dirilis

10 Desember 2022

Penulis

Arief Akbar

Setelah sekitar dua tahun pandemi COVID-19, dunia kita masih dibayangi dengan ketidakpastian. Sebut saja pertumbuhan ekonomi melambat dan pengangguran meningkat, yang dikhawatirkan akan menimbulkan stagflasi.

Baca Juga: Antisipasi Inflasi, Ini Cara Mengatur Keuangan Agar Hidup Tetap Tenang

Apa itu stagflasi, dan apa saja yang bisa dilakukan jika situasi stagflasi melanda dunia, khususnya di Indonesia sendiri? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak 4 tips di bawah ini agar bersama-sama kita bisa mengantisipasi dampak stagflasi ini.

 

Apa Itu Stagflasi?


Stagflasi adalah situasi melemahnya kondisi ekonomi, tingginya angka pengangguran, serta tingginya inflasi di waktu bersamaan dalam periode tertentu. Di tengah situasi tersebut, secara bersamaan, terjadi juga kenaikan harga dengan penurunan PDB (Produk Domestik Bruto). Makin parah jika pemerintah negara terkait yang berusaha mengatasi inflasi, justru membuat ekonomi melemah hingga terjadi resesi.

Istilah stagflasi berasal dari kata “stagnasi” yang berarti menurunnya kondisi ekonomi suatu negara. Sedangkan, “flasi” yang berasal dari kata “inflasi” berarti naiknya harga barang pokok secara terus menerus. 

Contohnya, Myanmar yang sedang menghadapi kudeta terancam mengalami stagflasi. Hal ini karena meningkatnya angka pengangguran di Myanmar pasca-kudeta militer tersebut. Selain itu, kegiatan ekonomi Myanmar pun melemah, yang ditandai dengan harga bahan pokok yang naik karena pasokan bahan pokok dan harga bahan bakar minyak semakin terbatas.

 

Tips Hadapi Gejolak Inflasi & Stagflasi

Agar tidak terjadi seperti yang dialami Myanmar, mari bersama-sama mengaplikasikan 4 tips hadapi gejolak inflasi & stagflasi berikut ini!

Baca Juga: 6 Cara Sederhana Siasati Keuangan Saat Harga Kebutuhan Meningkat

 

Mencari Pekerjaan Sampingan

Saat harga pangan serba naik dan ekonomi yang melambat, memiliki tambahan penghasilan dari pekerjaan sampingan dapat membantu Anda menghadapi keadaan ekonomi di depan. Walaupun stagflasi dapat mengakibatkan berkurangnya lapangan pekerjaan, pekerjaan sampingan bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti menjadi freelancer atau berbisnis.

 

Kelola Pos Keuangan

Kenaikan harga atau inflasi ini ternyata perlu diantisipasi dengan mengatur ulang pos keuangan, lho. Hal ini tentu penting untuk dilakukan karena saat stagflasi, situasi yang dihadapi sangat berbeda dengan situasi sebelumnya.

Karena itu, mulailah memisahkan pos kebutuhan dan keinginan Anda. Selain itu, perlu juga berhemat dengan menunda pembelian barang yang tidak mendesak, sebab akan lebih baik jika belanja atau konsumsi sesuatu ketika kondisi ekonomi mulai kembali membaik.

 

Siapkan Dana Darurat

Memiliki dana darurat merupakan keharusan di saat situasi yang tidak normal. Dana yang dialokasikan khusus untuk kebutuhan tidak terduga jugai dapat digunakan ketika kemungkinan terburuk terjadi, seperti terdampak gaji yang dipotong maupun pemutusan hubungan kerja.

Para ahli perencana keuangan biasanya menyarankan dana darurat setidaknya 6x biaya hidup per bulan atau 12x biaya hidup per bulan bagi yang telah berkeluarga dan memiliki tanggungan. Pada intinya, disesuaikan dengan status dan kesanggupan Anda dalam menyiapkan dana darurat.

 

Berinvestasi Sesuai Profil Risiko


Karena inflasi dapat mengurangi nilai riil uang, maka untuk itu berinvestasi penting dilakukan. Anda sebagai investor dapat memilih instrumen investasi yang memberikan imbal hasil lebih besar dari tingkat inflasi. Meski begitu, impian imbal hasil yang menggiurkan perlu juga diwaspadai.

Sukuk ritel yang memiliki imbah hasil di kisaran 5-6% merupakan contoh instrumen investasi yang low risk namun masih mendapatkan imbal hasil di atas inflasi. Tidak lupa agar Anda menempatkan investasi di beberapa “keranjang” agar tidak terjadi kerugian di saat yang bersamaan.

Hal ini akan berbeda jika Anda melakukan investasi di berbagai “keranjang” berbeda, seperti saham, reksa dana, atau pun obligasi. Misalnya, jika saham mengalami kerugian, masih ada kemungkinan Anda mendapat keuntungan dari reksa dana atau pun obligasi. 

Adapun average down yang berarti membeli produk investasi secara bertahap ketika terjadi penurunan harga. Hal ini dimaksudkan agar ketika nilai investasi naik, Anda sebagai investor akan mendapatkan keuntungan yang bisa menutupi kerugian di periode investasi pertama.

Baca Juga: Pasangan Milenial, Sudah Siapkan Dana Pendidikan? Ini Dia Tipsnya

Itulah beberapa tips ampuh yang bisa Anda terapkan saat menghadapi gejolak inflasi dan stagflasi. Ingatlah sekali lagi bahwa mengatasi inflasi dan stagflasi dengan menjaga aset berharga di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil. Untuk melakukannya, Anda dapat mengalokasikan sebagian penghasilan Anda ke berbagai instrumen investasi. 

Apabila Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk mengakses fitur Tanya Ahli untuk berdiskusi lebih lanjut dengan para ahli. Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi Daya.id untuk mengetahui tips serta peluang usaha lainnya. Jangan lupa segera daftarkan diri Anda untuk bisa mendapatkan tips dan manfaat menarik lainnya, ya!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

4.8

22 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

JUWENAH

04 Desember 2023

Harus ada tindak lanjut pemerintah sih

Balas

. 0

Rahmi Fadhila

24 November 2023

Sangat membantu sekali

Balas

. 0

Rahmi Fadhila

24 November 2023

Sangat membantu sekali

Balas

. 0

Novendri adi widodo

11 Januari 2023

👍

Balas

. 0

Sri Mulharyanto

06 Januari 2023

👍

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Dian Savitri

Perencana Keuangan Pribadi

1 dari 10 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS