Dirilis

30 Juli 2020

Penulis

Hana Sari Simanjuntak

Pandemi Coronavirus yang terjadi beberapa bulan belakangan ini telah mengubah perilaku masyarakat. Antara lain akibat adanya kebijakan Social Distancing dan Work From Home (WFH). Perubahan mulai dari cara berinteraksi, cara memenuhi kebutuhan, hingga cara bekerja, atau mencari penghasilan. Pada penelitian yang dikutip dari laman Kontan.com, Nielsen menyebutkan bahwa akibat situasi tersebut, konsumen saat ini lebih sering melakukan pembelanjaan melalui online dan jadi lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan. 

Perubahan perilaku masyarakat Indonesia saat ini adalah sebuah sinyal kuat bagi para pelaku UMKM untuk mulai beralih ke arah online dalam melakukan pemasaran dan penjualan produknya. Seperti yang pernah disebutkan di artikel sebelumya, salah satu cara memulai untuk melakukan penjualan dan pemasaran secara online adalah dengan menjual dan memasarkan produknya di marketplace. Silakan baca lebih lanjut di Usaha Online untuk Pemula di Masa Pandemi.

Marketplace merupakan tempat yang paling tepat untuk memulai usaha secara online, karena marketplace membantu terbentuknya pasar dan transaksi dengan biaya yang cukup murah. Sebut saja beberapa marketplace yang cukup ternama seperti Shopee dan Tokopedia. Kedua aplikasi marketplace tersebut sudah diunduh oleh 50 juta lebih pengguna, juga seperti blibli, jd.id, bukalapak yang sudah diunduh oleh 10 juta lebih pengguna. Dari data tersebut kita dapat melihat bahwa sudah terdapat jutaan calon pembeli yang siap menerima tawaran produk Anda.  

Namun sebelum memulai untuk menjual produk Anda dalam marketplace, berikut 5 hal yang perlu diperhatikan.

1. Persiapkan Konten 

Pastikan Anda telah mempersiapkan konten yang akan ditayangkan pada laman toko Anda di marketplace tersebut. Yang dimaksud dengan konten adalah foto produk yang menarik dan penjelasan gambaran produk yang jelas dan menggoda. Hal ini karena di marketplace Anda tidak bisa berbicara langsung ke calon pembeli. 

Foto dan penjelasan yang dibuat yang akan berbicara kepada calon pembeli. Semakin jelas dan menarik foto dan informasi produk, akan membuat calon pembeli semakin yakin pada produk Anda. Infokan dengan jelas bahan yang digunakan, warna, cara penyimpanan dan pemeliharaan, serta hal lainnya yang dirasa perlu untuk diinfokan tentang produknya.
 

2. Tentukan Marketplace

Tentukan marketplace tempat Anda akan berjualan. Yang harus anda ingat bahwa setiap marketplace memiliki karakteristik sendiri. Pilih yang sesuai dengan produk dan kemampuan Anda memenuhi syarat yang ditentukan oleh marketplace.

Sebagai contoh, jika calon pembeli ingin mencari kendaraan bekas, rumah tinggal, atau barang bekas lainnya, orang akan cenderung mencari di OLX. Namun jika orang ingin mencari barang dengan jaminan bahwa barang tersebut original dan baru, maka akan cenderung mencari di JD.ID. Jika mereka mencari barang dengan varian yang cukup luas, mulai dari makanan, obat-obatan hingga bibit tanaman, maka orang kana cenderung mencari di Tokopedia atau Shopee. 

Lalu apakah boleh menjual di beberapa marketplace? Tentu saja hal tersebut diperbolehkan, asal anda bisa memenuhi pesanan sesuai dengan tenggat yang diberikan. Anda bisa terkena peringatan hingga tidak dapat berjualan lagi di marketplace tersebut. Beberapa marketplace menerapkan aturan yang cukup tegas untuk menjaga layanan kepada para pembeli.

3. Pelajari Rupa-rupa Promosi yang Disediakan

Setiap marketplace menyediakan fitur-fitur untuk para penjual, agar dapat melakukan promosi. Seperti memberikan free ongkir, atau menampilkan produk Anda paling awal di pencarian, atau menaruh produk anda di halaman depan.

Setiap promosi memiliki tarif yang berbeda. Gunakan fitur-fitur promosi sesuai dengan budget dan strategi pemasaran yang ada buat. Umumnya biaya yang dikenakan adalah per klik, jadi Anda baru akan dikenakan biaya jika ada yang klik produk Anda, jadi lebih tepat guna nilai yang Anda bayarkan. Nah, oleh karena itu, agar tidak rugi meski jualan laris karena banyak klik, dan adanya faktor biaya yang harus diberikan ke marketplace, Anda perlu kemampuan menentukan harga jual yang tepat.

 

4. Pilih Ekspedisi yang Tepat 

Pastikan anda memilih ekspedisi yang dapat memudahkan transaksi. Anda bisa memilih ekspedisi yang dapat melakukan penjemputan ke lokasi agar Anda tidak perlu keluar rumah untuk mengantarkan pesanan customer. Dengan demikian Anda bisa lebih menghemat biaya operasional yaitu biaya transportasi.

 

5. Mampukan Diri Membuat Kemasan yang Aman dan Menarik

Anda perlu memperhatikan kemasan untuk produk yang hendak dikirim ke pembeli. Kemasan yang tepat akan melindungi barang anda tiba dengan selamat dan tanpa cacat ke tangan pembeli. Kemasan yang menarik, akan membantu Anda melakukan diingat pembeli, serta jadi media promosi yang akan menarik si pembeli untuk melakukan pembelian ulang. Karena sering kali marketplace meminta saran/masukan kepada pembeli tentang produk yang dikirim penjual. Keamanan dan bentuk kemasan sering menjadi ulasan pembeli.

6. Miliki Rekening Khusus Usaha

Saat mendaftarkan toko Anda ke dalam marketplace, Anda akan dimintakan rekening untuk menampung dana hasil penjualan di marketplace tersebut.

Pastikan anda memiliki rekening khusus untuk usaha yang memiliki banyak manfaat bagi diri anda selaku penjual online. Salah satu rekening usaha yang dapat Anda gunakan adalah Jenius Bisnis dari Bank BTPN. Silakan baca 26 Alasan Kamu harus Pake Akun Jenius.  

Hindari menggunakan rekening keperluan pribadi atau keluarga sebagai rekening tampungan.  Hal ini agar Anda dapat lebih mudah memantau aliran uang masuk dan keluar usaha Anda. Lebih lanjut tentangn pentingnya pemisahan uang usaha dan pribadi/keluarga dapat dibaca di Tips agar Keuangan Usaha Anda Tidak Bocor dan Merugi.

Jadi ada 6 hal yang harus Anda siapkan sebelum  Anda berjualan di marketplace, yaitu konten, jenis marketplace, promosi, jasa ekspedisi, kemampuan mengemas, dan rekening khusus usaha. Yuk, segera persiapkan baik-baik 6 hal tersebut di atas, sebelum masuk di marketplace agar Anda bisa segera berjualan.

Bila Anda masih memiliki banyak hal yang ingin ditanyakan. Silakan masuk ke Tanya Ahli.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Roslinawaty

16 June 2023

Mamtap

Balas

. 0

Ardhan Ashary Nasution

16 June 2023

Keren informasi nya ??

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Nur Anasta Rahmat

Digital Marketing Expert

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS