Dirilis

31 Desember 2022

Penulis

BTPN Mitra Bisnis

Indonesia telah menerapkan siaran TV analog sekitar 60 tahun lamanya. Seiring dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menghentikan siaran TV Analog dan beralih ke siaran TV Digital. 

Sebagai informasi, TV Analog adalah siaran televisi yang dipancarkan dengan menggunakan variasi voltase dan frekuensi dari sinyal. Sedangkan TV Digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulisasi digital dan sistem kompresi untuk menanyangkan siaran sinyal gambar, suara dan data ke televisi dengan kualitas lebih tajan dan bersih. 

Terdapat perbedaaan antara TV Analog dengan TV Digital, yaitu sinyal yang dipancarkan dari kedua siaran tersebut. TV Analog hanya menerima sinyal antena yang masih berbentuk analog, sehingga rentan mengalami gangguan dan distorsi, Sementara TV digital dapat memproses baik dari sinyal digital maupun analog sekaligus. Sinyal TV Analog mirip dengan sinyal radio. 

Baca Juga : Biar Bisnis Makin Maju, Ini Tips Jitu Memilih Jasa Digital Marketing!

Menurut Kominfo, masyarakat yang masih menggunakan siaran TV Analog tidak lagi dapat menikmati konten ditelevisi sejak pemerintah menyetop siaran TV Analog. Oleh karena itu, masyarakat mau tidak mau harus beralih ke TV Digital. 

Selain beralih atau mengganti TV Analog ke TV Digital, ternyata terdapat cara lain yang bisa dilakukan untuk berpindah ke TV Digital, yaitu dengan menggunakan set top box. Set top box ini merupakan alat penangkap sinyal siaran atau sebuah perangkat tambahan yang dapat mengkonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di TV Analog. 
 

Media Konvensional di Indonesia 

Media konvesional adalah media komunikasi yang telah ditemukan terlebih dahulu sebelum media baru. Media konvesional biasa digunakan untuk mengirimkan atau menerima pesan dan informasi kepasa masyarakat luas. Oleh sebab itu, media konvesional sering juga disebut sebagai media komunikasi massa. 
Terdapat macam-macam media konvesional, yaitu: 

  • Media Cetak, penyampaiannya masih berupa alat cetak dengan berisikan tulisan-tulisan. Contohnya seperti Koran dan Majalah. 
  • Media Elektronik, penyampainnya sudah lebih meningkat dibandingkan media cetak. Penyampaiannya dapat berupa suara dan menggunakan listrik. Dapat juga berupa audio dan visual dalam penyampaiannya. Contohnya seperti Radio dan Televisi. 


Berdasarkan laporan GlobalWebIndex, pengguna media konvesional yang paling banyak digunakan di Indonesia yaitu penonton televisi. Berikut datanya:

Berdasarkan data tersebut, dapat terlihat bahwa masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan televisi sebagai media konvesional dibandingkan dengan media lainnya. Tercatat bahwa pengguna televisi di Indonesia telah mencapai sebesar 90,7%. Sedangkan pengguna media lainnya seperti pendengar radio hanya berkontribusi sebesar 53,1%, pembaca koran 49% dan pembaca majalah 44,4%. 

 

Set Top Box untuk TV Analog 

Pemerintah sudah memberhentikan siaran TV Analog per 30 April 2022, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan melakukan migrasi dari TV Analog ke TV Digital. 

Bagi masyarakat yang masih menggunakan TV Analog, pemerintah menghimbau masyarakat menggunakan set top box atau beralih ke TV Digital. Bagi masyarakat yang kurang mampu, pemerintah akan memberikan set top box secara gratis.

Set top box merupakan alat penangkap sinyal siaran atau sebuah perangkat tambahan yang dapat mengkonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di TV Analog. 

Berdasarkan laporan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian sosial, terdapat 6.737.971 jumlah rumah tangga miskin. Hal ini menyebabkan set top box harus terpenuhi sesuai jumlah rumah tangga miskin tersebut untuk memberikan bantuan. 

Berdasarkan laporan Kominfo, bantuan pemerintah terhadap set top box yang akan diberikan kepada rumah tangga miskin akan melalui 3 tahapan. Berikut datanya:

Berdasarkan data tersebut, dapat terlihat bahwa bantuan set top box pada tahapan pertama yang telah dilakukan pada 30 April 2022 mencapai 3.203.854 unit untuk 166 kabupaten dan kota, dimana kebutuhannya telah terpenuhi. 

Pada tahap kedua yang akan dilakukan pada 25 Agustus 2022, jumlah bantuan set top box mencapai 2.011.941 unit untuk 110 kabupaten dan kota, sedangkan jumlah kebutuhan set top box mencapai 2.165.890-unit yang berarti kurang 152.565 unit set top box untuk 14 kabupaten dan kota.

Pada tahap ketiga yang akan dilakukan pada 2 November 2022, jumlah bantuan set top box mencapai 1.369.611 unit untuk 65 kabupaten dan kota, dimana kebutuhannya telah terpenuhi. 

Kementerian Kominfo juga memberikan sertifikasi resmi kepada set top box yang telah memenuhi aturan teknis yang diatur berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 4 Tahun 2019 mengenai Persyaratan Teknis Alat dan atau Perangkat Telekomunikasi unutk Keperluan Penyelenggaraan Televisi Siaran dan Radio Siaran. 

Set top box yang mendapatkan sertifikasi per 4 Maret 2022, antara lain: 

  1. Merek AKARI dengan model ADS-168 sekitar Rp225 ribu 
  2. Merek Venus dengan model Brio sekitar Rp 198 ribu 
  3. Merek Tanaka dengan model T2 sekitar Rp 183 ribu 
  4. Merek Matrix dengan model Apple sekitar Rp 189 ribu 
  5. Merek Evercross dengan model STB1 sekitar Rp 172 ribu 
  6. Merek Nextron dengan model NT2000-D sekitar Rp 300 ribu 
  7. Merek Nextron dengan model TR1000 sekitar Rp 259 ribu 
  8. Merek Evinix dengan model H-1 sekitar Rp 189 ribu 
  9. Merek Evercross dengan model STB Max sekitar Rp 165ribu 
  10. Merek Evercoss dengan model STB Pro sekitar Rp 175 ribu 
  11. Merek Evercoss dengan model STB Mini 
  12. Merek Matrix dengan model CH-77 
  13. Merek AKARI dengan model ADS-525 sekitar Rp 245 ribu 
  14. Merek Tanaka dengan model T2 Jurassic sekitar Rp 193 ribu 
  15. Merek Tanaka dengan model T2 New sekitar Rp 244 ribu 
  16. Merek Freebox dengan model H-1 sekitar Rp 195 ribu 
  17. Merek Visio dengan model HS1685 sekitar Rp 334 ribu
  18. Merek Kubik dengan model Kubik Arca DVB-T2 sekitar Rp 132 ribu 
  19. Merek Super HD dengan model HD168 sekitar Rp 173 ribu 
  20. Merek Advan dengan model DVB-10KK sekitar Rp 171 ribu 


VP Consumer Electronic Blibli Zeal Zest Lawrence mengatakan, per Februari 2022 data internal blibli mencatat bahwa permintaan set top box meningkat 23% (yoy). Saat promo Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), permintaannya melonjak menjadi 35% dibandingkan hari biasa. 

Kemudian berdasarkan dari beberapa e-commerce seperti Shopee, Blibli dan Tokopedia tercatat beberapa set top box yang laku terjual. Berikut ini datanya: 

  1. Apple Set Top Box DVB T2 Matrix dengan total penjualan sebanyak lebih dari 10 ribu produk 
  2. Finito Set Top Box DVB T2 dengan total penjualan sebanyak lebih dari 10 ribu produk 
  3. Luby Set Top Box DVB T2 dengan total penjualan sebanyak 7,2 ribu produk 


Ketiga merek tersebut merupakan merek terbanyak yang dibeli oleh masyarakat di ketiga e-commerce ini. Penjualan yang tinggi juga didukung oleh siaran TV Analog yang diberhentikan oleh Pemerintah, sehingga penjualan set top box di banyak e-commerce mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Jika Anda pertanyaan terkait topik ini, silakan berkonsultasi secara gratis di Tanya Ahli. Daftarkan dulu diri Anda untuk akses penuh ke seluruh fitur Daya.id.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS